BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Meskipun telah diatur dalam perundang undangan tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi namun pada kenyataannya di Indonesia masih terdapat pelanggaran dalam bidang tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya kesadaran oleh tiap individu yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi juga kontrol sosial terhadap pengguna lain yang disertai penegakan hukum yang tegas memberantas tindak pelanggaran-pelanggaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga terbentuk suatu kesadaran sosial masyarakat akan pentingnya pengendalian terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang sesungguhnya sangat bermanfaat bila dimanfaatkan dengan tepat guna.
4.2 Saran
1. Dalam pelaksanaan penegakan hukum di bidang Teknologi Informasi danKomunikasi pemerintah hendaknya lebih tegas untuk menindak pelaku kejahatansehingga adanya efek jera yang dapat mengurangi atau memberantas tindakpelanggaran penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
2. Kita sebagai pengguna teknologi informasi selayaknya mematuhi dan ikutmengawasi penggunaan lain agar tercipta kesadaran akan etika dalampenggunaan teknologi informasi.
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 11 Juli 2020
Bab 3
BAB III
PEMBAHASAN / ANALISA KASUS
Dilansir oleh TIMES.CO.ID, Jakatrta (15 januari 2017) – Pembajakan website milik presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Januari 2013 Pelaku pembajak website presidensby.info milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil mengubah tampilan website tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di Jember, Jawa Timur. Pelaku menerobos masuk ke situs ini, mengambil alih situs ini beberapa saat dan melakukan perubahan dalam situs ini. Tapi disini disampaikan pelaku berhasil masuk ke database situs ini. Jadi bisa jadi pelaku bisa saja mengambil berbagai macam informasi penting atau benar - benar merusak kontenkonten disitus ini.
Motif dari kejahatan ini di duga sebagai tindakan murni kriminal yang sasarannya Menyerang Pemerintah (Against Government) yang dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pencegahan Hijacking diantaranya ;
1. Penggunaan nomor panjang acak atau string sebagai kunci sesi (session key). Hal ini mengurangi risiko bahwa penyerang hanya bisa menebak kunci sesi yang valid melalui trial and error atau serangan kekerasan. Regenerasi id session setelah berhasil login. Hal ini untuk mencegah sesi fiksasi karena penyerang tidak mengetahui id sesi pengguna setelah setelah ia telah login.
2. Beberapa layanan melakukan pemeriksaan sekunder terhadap identitas pengguna. Sebagai contoh, server web bisa memeriksa dengan setiap permintaan yang dibuat 9 bahwa alamat IP pengguna cocok dengan yang terakhir digunakan selama sesi tersebut. Ini tidak mencegah serangan oleh seseorang yang berbagi alamat IP yang sama, bagaimanapun, dan bisa membuat frustasi bagi pengguna yang alamat IP bertanggung jawab untuk mengubah selama sesi browsing
3. Atau, beberapa layanan akan mengubah nilai cookie dengan setiap permintaan. Hal ini secara dramatis mengurangi jendela di mana seorang penyerang dapat beroperasi dan memudahkan untuk mengidentifikasi apakah serangan telah terjadi, tetapi dapat menyebabkan masalah teknis lainnya (misalnya, dua sah, waktunya erat permintaan dari klien yang sama dapat menyebabkan cek tanda kesalahan pada server).
4. Pengguna juga mungkin ingin logout dari situs web setiap kali mereka selesai menggunakan mereka.Namun ini tidak akan melindungi terhadap serangan seperti Firesheep.
PEMBAHASAN / ANALISA KASUS
Dilansir oleh TIMES.CO.ID, Jakatrta (15 januari 2017) – Pembajakan website milik presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Januari 2013 Pelaku pembajak website presidensby.info milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil mengubah tampilan website tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di Jember, Jawa Timur. Pelaku menerobos masuk ke situs ini, mengambil alih situs ini beberapa saat dan melakukan perubahan dalam situs ini. Tapi disini disampaikan pelaku berhasil masuk ke database situs ini. Jadi bisa jadi pelaku bisa saja mengambil berbagai macam informasi penting atau benar - benar merusak kontenkonten disitus ini.
Motif dari kejahatan ini di duga sebagai tindakan murni kriminal yang sasarannya Menyerang Pemerintah (Against Government) yang dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pencegahan Hijacking diantaranya ;
1. Penggunaan nomor panjang acak atau string sebagai kunci sesi (session key). Hal ini mengurangi risiko bahwa penyerang hanya bisa menebak kunci sesi yang valid melalui trial and error atau serangan kekerasan. Regenerasi id session setelah berhasil login. Hal ini untuk mencegah sesi fiksasi karena penyerang tidak mengetahui id sesi pengguna setelah setelah ia telah login.
2. Beberapa layanan melakukan pemeriksaan sekunder terhadap identitas pengguna. Sebagai contoh, server web bisa memeriksa dengan setiap permintaan yang dibuat 9 bahwa alamat IP pengguna cocok dengan yang terakhir digunakan selama sesi tersebut. Ini tidak mencegah serangan oleh seseorang yang berbagi alamat IP yang sama, bagaimanapun, dan bisa membuat frustasi bagi pengguna yang alamat IP bertanggung jawab untuk mengubah selama sesi browsing
3. Atau, beberapa layanan akan mengubah nilai cookie dengan setiap permintaan. Hal ini secara dramatis mengurangi jendela di mana seorang penyerang dapat beroperasi dan memudahkan untuk mengidentifikasi apakah serangan telah terjadi, tetapi dapat menyebabkan masalah teknis lainnya (misalnya, dua sah, waktunya erat permintaan dari klien yang sama dapat menyebabkan cek tanda kesalahan pada server).
4. Pengguna juga mungkin ingin logout dari situs web setiap kali mereka selesai menggunakan mereka.Namun ini tidak akan melindungi terhadap serangan seperti Firesheep.
Langganan:
Komentar (Atom)